Kekuatan sedekah

Oktober 4, 2007 at 7:31 am (Islam)

Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sbb :

Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka bumipun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumipun terdiam.
Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung ?”

Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi),

Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi ?”
Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api),

Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api ?”
Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air),

Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air ?”
Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air disamudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat),

Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua ?”
Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”.
Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : “Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya”.

Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia.

Ganjaran bersedekah

RasulAllah Shollallahu Alaihi Wa Sallam menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi berkah.

Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yang berlipatganda (700 kali) dan ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda RasuluAllah SAW, sbb :

a.. Allah Ta’ala berfirman, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”. {Qs. Al Lail (92) : 5-8}
b.. Allah Ta’ala berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui”. {Qs. Al Baqarah (2) : 261}
c.. RasulAllah SAW bersabda, “Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia dibumi. Yang satu menyeru, “Ya Tuhan, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah”. Yang satu lagi menyeru “musnahkanlah orang yang menahan hartanya”.

Tolak Bala dengan Sedekah

Orang-orang yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda RasulAllah SAW, sbb :

a.. “Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah”.
b.. “Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah”.
c.. “Obatilah penyakitmu dengan sedekah”.
Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kita enggan memberi pengemis/pengamen yang kita temui dipinggir jalan dengan pemikiran bahwa mereka (pengemis/pengamen tsb) menjadikan meminta-minta sebagai profesinya, tidak mendidik, dll. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan setan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah), sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk gemar bersedekah,

Masalah apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/pengamen tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakekatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Pengemis/pengamen/fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkecukupan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah) ???

Atau kalo kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepada pengemis/pengamen/fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah uang sebelum sholat Jum’at dan memasukkan ke kotak-kotak amal yang tersedia dan biasakan dengan memberi sejumlah minimal setiap Jum’at, misalnya Jum’at ini kita menyumbang Rp. 10 ribu ke kotak amal maka sebaiknya Jum’at berikutnya harus sama, syukur-syukur bisa lebih dan terutama harus diiringi dengan keikhlasan.

Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi didunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang berinvestasi dan menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperoleh berlipatganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu.

Sedekah yg pahalanya terus mengalir

Dari Abu Hurairah RA, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW, telah bersabda : “Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo’akannya” (HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad).

& Komentar

  1. Andra Meida berkata,

    SEDEKAH DI KOTAK KENCLENG

    Al-Baqoroh ayat 261:
    Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

    Di dekat rumah kami ada lembaga sekolah sore yang disebut Muhammad Iqbal, tempat untuk belajar mengaji menimbah ilmu agama.

    Untuk menggalang dana, mereka melakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah menempatkan kotak kencleng di perumahan tempat tinggal kami. Keluarga kami kebagian juga satu kotak kencleng.

    Kotak kencleng warna hijau telah menjadi salah satu barang di rumah kami. Setiap bulan ada petugas yang mengambil isi kotak kencleng tersebut, dan isinya kadang hanya
    Rp. 2000, kadang kosong sama sekali, kadang agak banyak , tapi tidak pernah mencapai
    Rp. 10.000. Kalau kebetulan ada saya di rumah, saya mengeluarkan sekitar Rp. 20000,-, kalau hanya ada anak saya, mereka mengeluarkan Rp. 5000,- , itu kalau kebetulan mereka punya uang, kalau tidak ada uang maka mas yang biasa ngambil pergi dengan tangan kosong.
    Dan hal tersebut berlangsung cukup lama bertahun-tahun ….

    Kami juga tidak pernah memperbaiki pengetahuan tentang sedekah. Setiap saat kita mengeluarkan sedekah, tapi tidak rutin alias suka-suka kita.
    Kami mengeluarkan sedekah tapi tidak pernah memanak-i hakekat dari sedekah..

    Ketika kami menunaikan ibadah haji, KBIH Darul Tauhid telah menyiapkan kotak kencleng dengan slogan DPU (Dompet Peduli Umat) kesemua jamaah haji dan dianjurkan untuk mengisi setiap hari setelah sholat subuh. Saya dan suamipun ikut-ikutan untuk mengisi kencleng setiap hari, di tempat yang mulia “Mekkah” kamipun berlomba-lomba bersedekah tidak hanya ke kotak kencleng, tapi kepada yang lain kalau ketemu di jalan orang-orang yang meminta atau ke petugas cleaning service Masjidil Harom. Ternyata dari kotak kencleng, hasilnya luar biasa, belum 30 hari kotak kencleng sudah penuh, kalau setiap hari 1 real, maka akan mendapatkan 30 real. Subhannallah.

    Kebiasaan sedekah kami teruskan di tanah air, yang rajin adalah suamiku, dia sering mendengar tauziahnya Ustadz Yusuf Mansyur , tentang sedekah. Setiap hari setelah sholat subuh kotak kencleng berwarna hijau diisi, jumlahnya tidak banyak kadang Rp. 500, kadang Rp. 1000, kadang Rp. 2000, atau Rp. 5000.
    Hasilnya subhanallah, setiap bulan bisa terkumpul 70rb, 80rb, kadang bisa mencapai 100rb lebih.
    Dan ketika kami mengeluarkan sedekah setiap hari, kami tidak merasa berat, karena nilainya kecil hanya Rp.500, Rp. 1000. yang paling banyak Rp. 5000 …. dibandingkan saat setiap bulan kami mengelurkan selembar Rp. 20.000 atau anak-anak mengeluarkan Rp. 5000,-

    Ternyata rutinitas yang kita lakukan setiap hari walaupun jumlahnya kecil, lama-lama menjadi bukit … Saya jadi teringat ada tauziah yang isinya: Allah tidak akan menutup mata pada setiap kebaikan yang anda berikan, walaupun hanya sebiji zahra (sebiji sawi), seperti dalam surat Cintanya Allah Al-Quran surat Al Anbiyaa’ ayat 47:
    Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.

    Jika setiap detik kebaikan sebiji zahra kita lakukan, setiap hari 86400 biji zahra, setiap minggu 604.800 biji zahra, sebulan 2592000 biji zahra
    Atau jika setiap hari kita lakukan kebaikan sebiji zahra, sebulan 30 biji zahra, setahun 365 biji zahra, kalau kita hidup sampai usia 65 tahun, maka 23275 biji zahra. Apalagi kalau setiap biji akan menumbuhkan tujuh bulir dan setiap bulir akan terjurai hhmmmm buanyak sekali biji zahranya.

  2. moridset berkata,

    #Andra Meida

    Subhanalloh…
    salah satu kenikmatan yang hakiki di dunia ini yaitu nikmat Ibadah. bersyukurlah ketika kita selalu diberi kenikmatan saat beribadah kepada Allah. sehingga kita akan selalu rindu untuk selalu melakukan amal ibadah kepada Alloh hanya untuk mendapat Ridho Alloh. karena sesungguhnya semua itu adalah untuk kita sendiri. seperti bersedekah bagaimana rasa bahagianya dan nikmatnya ketika sebagian rejeki kita dinikmati makhluk hamba Allah yang lain. Insya Allah..

  3. deni berkata,

    Subhanallah……..
    betapa dahsyatnya kekuatan sedekah yg telah ditawarkan oleh Allah kepada kita marilah kita amalkan sedekah, sedekah bukan hanya orang kaya tapi hak kita semua Tua ,Muda , Kaya ,Miskin ,Pandai tdk pintar. marilah kita ujudkan dengan perbuatan kalau hanya kita baca dan baca dan kita tahu manfaat sedekah kalau kita tdk laksanakan ibarat seperti kita mau naik kepuncak sudah ada tangga tapi tangga itu hanya kita pindah sana pindah sini dan tidak kita naiki . sekali lagi marilah kita giatkan sedekah walau hanya sedikit . telur cicak kecil telur ayam besar tapi walaupun kecil dan besar itu sama sama menggunakan tenaga untuk mengeluarkanya marilah kita sedekah walau dalam keadaan sempit ……..amin

  4. yogi berkata,

    setuju,,
    marilah kita bersedekah,
    ya Allha, istiqomahkanlah hambamu ini dalam melakukan hal2 yang engkau ridhoi,
    dan kuatkan lah iman ku kepadamu ya Allah,,,
    amiin,,,

Tulis sebuah Komentar