Nasehat Menikah

Menikahlah Dengan Perasaan Dan Hati Bukan Logika

 

Sepenggal Pedoman Hidup dari Teman-teman saya

Dalam Pernikahan banyak hal yang harus kita perhatikan, salah satunya
cinta, perasaan dan uang. Ketiga hal tersebutlah yang kadangkala
membuat kita bingung harus pilih yang mana. Namun pada dasarnya hanya
diri kitalah yang tahu siapa yang akan menjadi pendamping hidup kita yang
benar- benar tepat.

Janganlah terlalu cepat menilai seseorang dari penampilan pisik dan
seabreg kelebihan-kelebihan lainnya, karena semua itu kadangkala
hanyalah sebuah topeng yang akan jelas terlihat setelah kita hidup
bersamanya.

Hidup adalah sebuah pilihan yang harus ditempuh setiap orang dan allah
telah menetapkan takdir setiap manusia dimuka bumi atas kehendaknya
yang tidak bisa dirubah oleh siapapun. Dan kita sebagai makhluk
ciptaanNya hanya bisa berdoa dan berusaha untuk mendapatkan apa yang terbaik
dalam hidup dan tentunya dengan extra kerja keras.

Tak ada rasa penyesalan yang dalam atas pilihan hidup yang telah kita
lalui karena pada akhirnya kita hanya akan menyalahkan Tuhan…
naudzubillah…

Masa pahit yang telah kita lalui jangan-lah dijadikan alasan atas
pilihan-pilihan hidup yang telah kita buat, justru rasa pahit itulah
yang kita jadikan cambuk atas apa yang kita lakukan agar kita menjadi
manusia yang lebih baik dan lebih lebih lebih.

* Pernikahan harus didasari cinta karena tanpa cinta hati kita akan
mati, kita menikahi seseorang bukan hanya terpaku apa yang ada di raga
orang tersebut tetapi seluruh jiwa dan raganyalah yang kita nikahi,
jadi sekali kita memutuskan tuk menikah hanya sekali itulah cinta kita
berlabuh kedalam hatinya.

* Pernikahan harus pula didukung oleh Perasaan karena tanpa perasaan,
cinta kita akan mati dan tanpa cinta perasaan kita akan hilang. The
point is : Cinta dan perasaan adalah dua hal yang tidak dapat
dipisahkan Karena dua hal tersebut berasal dari satu hati yang sama.
Memang benar kadangkala Cinta membutakan perasaan kita, namun seberapa
buta dirikita nantinya hanya kitalah yang mampu merubahnya.

* Memang uang menjadi salah satu dari sekian banyak kasus perceraian,
namun janganlah kita mendewakan uang karena itu hanyalah titipan tuhan
yang dapat diambil dan dikembalikan kepada kita hanya semudah
membalikan telapak tangan. Berapapun gaji yang diterima oleh masing 2 pasangan
kita, kita harus bersyukur karena coba tengok kebelakang …berapa
ribu orang yang mengemis, menganggur, mengamen dijalan karena mereka
tidak mempunyai pekerjaan tetap.
Semakin kita bersyukur atas apa yang kita terima…insya Allah…Allah
akan menambah Rizki kita dalam hitungan sepersekian detik.

Cobaan dalam rumah tangga memang tidak sedikit…sekecil apapun
masalahnya akan tetap menjadi masalah yang harus secepatnya
diselesaikan. Dari pengalaman hidup yang saya alami ada beberapa hal
yang mungkin sedikit dapat membantu kita menyelesaikan setiap konflik
atau mungkin menjaga agar konflik tersebut tidak sampai hadir dalam
rumah tangga kita.

1. Usahakan untuk tetap berkomunikasi dengan masing masing pasangan
walaupun hanya dalam hitungan detik karena dengan begitu pasangan kita
akan merasa dihargai dan akan melakukan hal yang sama.

2. Jangan biarkan masalah menginap satu malam diatas tempat tidur
kita….sebelum kita memutuskan untuk tidur, masalah tersebut haruslah
sudah selesai dengan kata MAAF, karena kita tidak akan pernah apakah
kita akan bangun lagi dikeesokan harinya sebelum mengucapkan maaf.

3. Cobalah untuk diam dikala salah satu dari kita dalam kondisi marah,
dan barulah kita, masuk setelah marah dalam dirinya sudah mulai reda.

4. Berilah kepercayaan penuh kepada pasangan kita, insya allah dia
akan menjaga kepercayaan yang kita berikan.

5. Hindari rasa cemburu yang membabi buta tanpa alasan yang jelas. Be
Positive for Everything he/she do.

6. Cobalah tuk bersikap terbuka satu sama lain dengan menyebutkan
kelebihan dan kekurangan masing masing kita tanpa rasa beban…
misalnya:
Aku ngga suka atas apa yang kamu lakukan……bla bla bla.. Sayang ..
.kamu kelihatan cantik sekali hari ini
Berilah pujian walaupun sedikit dan sederhana dan jangan lah jadikan
kekurangan pasangan kita sebagai senjata tuk melemahkannya dikala kita
bertengkar.

7. Ucapkan kalau kita mencintainya setiap kali kita mau tidur, bangun
tidur, ngobrol dan hal itu harus dilakukan setiap hari. Memang
sederhana ….namun khasiatnya sangatlah luar biasa..kita akan merasa
memiliki satu sama lain dan batin batin kita terdapat sebut tali pengikat yang
sangat kuat, dimanapun kita berada, dia selalu ada dalam hati kita dan
menemani setiap aktifitas yang kita lewati sehari hari.

8. Jadikan pasangan kita sebagi Teman, Sahabat, Kakak, Adik, Suami,
Istri dan Pengganti dari orang tua kita dan Insya Allah pertengkaran
itu dapat dihindari.

9. Buang jauh segala permasalahan hidup diluar dan jangan dibawa
pulang kerumah..bedakan mana rumah, mana kantor.

10. Buatlah rumah kita sebagai tempat peristirahatan, peredam,
penyelesaian konflik atas semua permasalahan hidup yang kita hadapi.

Konflik akan selalu ada dalam kehidupan ini, tinggal bagaimana kita
menyikapi atas setiap konflik yang ada secermat, searif dan
sebijaksana mungkin.

MENIKAHLAH DENGAN PERASAAN DAN HATI DAN BUKAN DENGAN LOGIKA, KARENA
KITA TAK AKAN PERNAH TAHU APAKAH LOGIKA KITA AKAN BENAR ATAU TIDAK
TETAPI JIKA PERASAAN DAN HATI KITA YANG BERJALAN, INSYA ALLAH KITA TIDAK AKAN
SALAH DALAM MEMBUAT PILIHAN DALAM HIDUP.

& Komentar

  1. ian berkata,

    Ass.Wr.Wb saya telah membaca kesemuanya tentang nasihat ini tapi saya ingin menanyakan sesuatu…
    1. apakah seorang gadis harus menuruti sgala keinginan keluarga yg memintanya untuk cepat menikah? padahal gadis tersebut tidak ingin terburu-buru mengingat usia yg masih muda dan ingin berkarir.
    2. apakah seorang wanita tidak boleh menolak lamaran dari seorang pria yg datang kerumah kluarganya?
    3. bagaimana membuat keluarga wanita ini mengerti akan keinginannya, tp dilain sisi ia juga ingin membahagiakan orang tuanya..apakah menikah cuma satu2nya jalan agar orang tuanya bahagia?

    mohon di balas wass. wr.wb

  2. moridset9 berkata,

    #to ian

    Alaikum slm…
    terima kasih

    1. menuruti keinginan yang baik dari orang tua memang merupakan hal yang terpuji. pada dasarnya semua orang tua menginginkan yang terbaik dan kebahagiaan untuk anaknya. tapi khusus masalah pernikahan, menurut saya anak memiliki hak penuh untuk menentukan masa depannya, orang tua sebaiknya hanya menganjurkan, menasehati dan mendukung sepanjang itu baik secara obyektif, hukum dan norma. jk anak menolak saran yang baik dari orang tua maka seharusnya anak itu harus memakai saran lain yang lebih baik dari itu. jk anak diminta untuk segera menikah namun si anak tidak berkenan sebaiknya bicaralah dengan baik, sopan kepada orang tua. uraikan alasan dengan sebaik-baiknya. insya Allah orang tua akan mengerti.

    2. Boleh. itu hak penuh si anak. berpikirlah bijak, jauhkan egois. biasanya ada beberapa mitos mengatakan bahwa jika nanti menolak maka belakangan hari akan sulit mendapatkan jodoh.
    pendapat ini adalah sangat salah. yakinlah pada janji dan ketetapan Allah. Allah akan mengabulkan segala doa hambanya. Jodoh telah ditentukan oleh Allah ketika ruh dihembuskan.

    3. seperti no. 1 di atas bicaralah sebaik mungkin. tunjukkan niat anda dengan baik pula. buktikan anda bisa dibanggakan oleh orang tua. tapi ingat manusia tidak ada yang sempurna. setiap masalah pasti memiliki banyak jalan keluar. manusia hanya wajib berusaha dan manusia harus bersyukur atas apa yang didapat dari usaha itu karena Allah tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan manusia itu.

    Segala sesuatu tergantung dari niatnya.
    Perbanyaklah mendekatkan diri kepada Allah.

  3. mita dwipayanti berkata,

    Terimakasih berkat nasehat ini saya bisa mengerti makna dari sebuah pernikahan, mengerti untuk sebuah pilihan, Namun untuk kedepan mungkin dipakai kata-kata untuk menyebut nama-NYA dengan TUHAN saja, agar lebih umum didengar

Tulis sebuah Komentar